Senin, 23 Desember 2013

Leader Experience

Sumber: http://pelajarbali.com/leader-experience/?preview=true&preview_id=176&preview_nonce=049139d2c0 (Website PII Bali)

Oleh: Fadzrul Afyan

Menjadi seorang pemimpin adalah kodrat setiap umat manusia. Allah telah mengatakannya dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 30. Memimpin diri, keluarga, dan yang lainnya. Tetapi tentu menjadi seorang aktivis pasti akan  mendapat kesempatan memimpin suatu kepengurusan, kepanitian, dsb. Khususnya saya yang aktif di Organisasi Pelajar Islam Indonesia. Tidak semudah yang dibayangkan, menjadi seorang aktivis yang berjuang antara sekolah dan amanah di Organisasi yang berjuang untuk umat. Membutuhkan kesabaran dalam menjalani jam terbang yang cukup lama.

15-21 Desember 2013, tepatnya di Singaraja, Bali. Saya untuk pertama kalinya menjadi Ketua Panitia dalam acara yang dapat dikategorikan besar. Memimpin 15 personil panitia untuk mengurus aktifitas pen-Trainingan selama kurang lebih seminggu. Mulai dari memberi makan, menjaga kebersihan, menyiapkan tempat, dan kebutuhan training lainnya.
Dimulai dari hari pertama, ketika pembukaan dihadiri oleh banyak hadirin mulai dari KB PII hingga Kader PII yang datang dari tiap penjuru Bali. Keadaan yang bisa dikatakan untuk sekian lama ini pertama kalinya pembukaan training dihadiri oleh banyak undangan. Saya yang selaku ketua panitia yang akan melaporkan hal-hal yang harus dilaporkan dalam acara tersebut. Alhamdulillah, semua berjalan lancar tanpa hambatan. 
Selanjutnya, peserta training melakukan interview dengan instruktur. Selaginya peserta interview, kami dari panitia melakukan rapat pertama membahas apa saja yang harus disiapkan diawal progres kepanitian. Karna Panitia Pra-Training sudah bubar, sekarang perlu pembentukan Panitia Pas-Training. Seusai rapat kami mulai bertugas sesuai dengan tugas masing mulai dari kebersihan, keamanan, dsb.
Hari pertama telah terlewati, memasuki hari kedua mulai ada rasa lelah yang disebabkan ketidakbiasaan kami terhadap kondisi yang ada. Mulai ada personil panitia yang berpaling dari tugas dan melakukan hal-hal yang tidak mesti dilakukan panitia. Malam tiba, ketika peserta tidur, kami panitia melakukan Rapat Evaluasi untuk menilai kinerja selama kegiatan sehari itu. Begitu banyak evaluasi yang dilontarkan setiap personil, mulai dari ketidak sukaan tutur kata hingga tingkah laku yang dilakukan personil lainnya. Tapi itu menjadi kelegaan sendiri bagi kami, karna tak ada dendam lagi usai rapat itu.
Lewat hari kedua berlanjut ke hari ketiga, lelah dan kantuk mulai menyerang kami, saya yang menjadi ketua kala itu harus terus menyemangati agar kelalaian tidak terjadi dalam tim kami. Berat memang, tapi bukan berarti tidak dilakukan. Aktifitas yag hingga malam hari, bangun pagi untuk tahajud, masak, dan belum lagi Pelatihan Materi dari instruktur khusus untuk panitia tentu menjadi tantangan tersendiri. Karna di Training ini tidak hanya peserta yang training, tapi semua yang terlibat didalamnya mulai dari instruktu, panitia, dan peserrta.
Berjalannya waktu, tidak ada hambatan, baik dari sistem, teknis, maupun dana. Tapi entah apa yang direncanakan Allah, ditengah training tepatnya rabu pagi, salah satu staf sekolah yang tempatnya kami gunakan untuk training mengabarkan untuk segera menyelesaikan training sebelum jum’at siang dikarnakan satu dan lain hal. Tentu itu hal yang sangat mengejutkan kami, sedang jadwal training yang selesai hari sabtu harus diselesaikan sehari sebelumnya. Mustahil untuk memadatkan jadwal. 
Akhirnya, kami memutuskan untuk pindah tempat, saya langsung koordinasi dengan Koordinator Tim dan kawan-kawan panitia. Untuk segera pindah, akhirnya rabu malam itu juga kami langsung mencari tempat dan transportasi. Alhamdulillah kami dapat menemukan tempat dan transportasi saat itu juga. Malam itu juga, kami langsung menyiapkan ruangan di lokasi yang akan kami tempati dengan mengirim setidaknya kurang lebih setengah personil kepanitiaan dikirim kesana. Keesokan harinya, tepatnya Kamis, 19 Desember 2013 kami bangun pukul 3 pagi untuk sahur dan tahajud, lalu ba’da shubuh kami langsung pindah lokasi training pagi itu juga. 
Alhamdulillah, tanpa hambatan kami dimudahkan oleh Allah untuk pindah dalam waktu kurang lebih 2 jam dari lokasi sebelumnya yang berjarak kurang lebih 10 Km. Training kembai dilanjutkan, seluruh tim kembali bertugas ke rahnya masing-masing. Saya langsung kembali mengkoordinir dan menyesuaikan keadaan, dikarnakan kondisi tempat yang berbeda dari lokasi sebelumnya.
Hingga 2 hari terakhir training, mulai kader dari tiap daerah kembali hadir untuk mengikuti acara penutupan di malam harinya. Sampai tiba waktu penutupan tepatnya malam sabtu, peserta yang mengambil job untuk MC dan seluruh perangkat penutupan. Panitia hanya menyiapkan tempat dan sound system. Penutupan tiba, kembali diramaikan oleh banyak hadirin undangan. Dan acara yang paling dinanti adalah bagian PENSI (Pentas dan Seni) yang ditujukan oleh peserta dan panitia. Ada yang drama komedi, bernyanyi, dan spontanitas lainnya. Suka cita memenuhi acara tersebut, seolah-olah lelah selama kurang lebih 6 hari itu hilang begitu saja.

                Usai penutupan, semua beristirahat di ruangnya masing-masing. Dan dipagi harinya seluruhnya bersiap untuk outbond, tetapi dikarnakan cuaca hujan dibulan desember yang cukup mengkhawatirkan. Jadi outbond dibatalkan, dan semua menyiapkan persiapan untuk pulang. Dan tepatnya pukul 11 siang, semua warga training akhirnya kembali ke daerahnya masing-masing. 
Dalam training ini begitu banyak yang saya dan khususnya kami dapat, memisahka antara pelajaran dan pekerjaan, disini kami belajar begitu penting disiplin waktu, menghargai satu dengan yang lainnya. Semoga training ini merupakan awal dari perubahan, yang tak hanya ucapan melainkan komitmen yang kuat untuk kedepannya.

0 komentar:

Posting Komentar