Kawan, sudah terlalu banyak momen kita lalui bersama..Tangis, tawa, marah, canda, suka, duka, rindu, dendam, dan segenap rasa telah mewarnai kebersamaan kita. Aku tau kamu punya mimpi, begitu pula dengan diriku. Tapi masih ingatkah engkau dengan mimpi kita bersama? mimpi besar nan mulia yang pernah kita rajut dalam semangat perjuangan dan penuh komitmen?. Lambat atau cepat kita akan menyadari bahwa langkah kita pasti tertatih, peluh pasti bercucuran, air mata pasti saja akan mengalir, hati pasti saja akan terluka, raga pasti akan kelelahan, kemiskinan akan menjadi sebuah kekhawatiran, begitupula dengan iman yang sering kali menjadi taruhannya.
Detik terus saja berjalan dan waktu akan tetap dengan keangkuhannya. Ia tak akan pernah mau kembali. Begitu pula dengan usia kita, terus saja berkurang. Hidup semakin rumit. Dunia pun akan membuat kita untuk semakin sibuk sendiri. Tak ada toleransi. “Kamu harus tunduk padaku”, kata dunia. Lalu, bagaimana kabar mimpi mulia itu kawan? Bagaimana kabar perjuangan kita? Sudah lelahkah kita?. Aku sadari, bahkan sangat menyadarinya, kita memang sudah pernah memperjuangkannya kawan, tapi haruskah selesai di sini? Aku tau kalian lelah, bahkan sangat lelah. Aku pun tau kalian merasa sudah tidak berdaya lagi. Kita pun sering merasa bahwa kita telah GAGAL. Tapi akankah itu jadi alasan untuk kita mengubur mimpi mulia itu kawan? Ataukah kita sudah menganggap mimpi itu terlalu mustahil untuk kita raih? Haruskah kita pergi dan meninggalkan serta menyudahi perjuangan ini?
Cukup! Perjuangan harus tetap berlanjut! Apapun kondisimu, bagaimanapun perasaanmu! Solusinya adalah BERBENAH kawan, bukan PERGI lalu MENINGGALKAN. Kemudian kepada siapa akan kalian titipkan umat ini? Siapa yang akan kalian suruh untuk melanjutkan perjuangan ini? Akukah?. Kalian harus tau, ummat tidak pernah membutuhkan aku, juga tidak membutuhkan kamu, dan tidak akan pernah membutuhkan kalian karena yang ummat butuhkan adalah KITA. Ummat butuh KITA. KITA ! KITA ! dan KITA !.
Aku masih ingin berjuang kawan, akan tetap memperjuangkan mimpi-mimpi kita. Kata orang, “Majulah ke gelanggang walau seorang”, tapi apakah kemudian aku harus sendiri? apakah itu berarti kalian bisa meninggalkan aku sendiri kapanpun kalian mau? TIDAK ! Demi Allah, TIDAK!
Masih ingatkah kalian dengan sebuah kalimat yang begitu indah“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”? Masih ingatkah?. Iya, kalian benar. Itu Firman Allah dalam Surat Ash-Shaff ayat 4. Sebuah kalimat yang telah melandasi komitmen kebersamaan kita. Jika sekarang kalian pergi, masihkah barisan itu ada? TIDAK!. Jika kalian berhenti dari perjuangan ini, akankah bangunan kokoh itu terwujud? TIDAK!, sedangkan dunia akan terus saja menggerogoti ummat.
Kawan, bukalah hati, bukalah mata. Yakini bahwa Allah telah mempercayai kita. Saking percayanya Dia dengan kita, sampai-sampai kita disebut sebagai“khoiru ummat”, ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, manusia yang akan menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran serta beriman kepada Allah. Pertanyaan selanjutnya adalah sudahkah kita berjuang untuk mengindahkan kepercayaanNya? Akankah kita terus berupaya untuk membuktikan pada dunia bahwa kita adalah “khoiru ummat”?
Kawan, tahun ini kita adalah pemuda, namun tidak untuk beberapa tahun kemudian. Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisa ayat 9, “dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”. Jika saat ini saja kita sudah memilih untuk berhenti berjuang, maka hal apa yang dapat kita wariskan kepada keturunan kita selain sebuah kehancuran?
Allahu a’lam bisshowaab......
0 komentar:
Posting Komentar